![]() |
| Foto ilustrasi AI - saat Pdt.Marthin Lamba di balik jeruji besi demi Injil Kristus |
Natal bukan hanya kisah tentang kelahiran Sang Juruselamat di palungan yang sunyi, tetapi juga tentang keberanian iman di tengah tantangan dan penderitaan. Di balik terang lilin dan nyanyian sukacita, Natal mengingatkan bahwa damai sejahtera sering kali lahir melalui jalan salib. Seperti Yesus yang datang ke dunia yang menolak-Nya, demikian pula banyak hamba Tuhan dan umat percaya yang harus membayar harga untuk tetap setia pada panggilan Allah.
![]() |
| Pdt. Marthin Lamba, S.Th (Gembala Sidang GBT Rumah Doa Benculuk) |
Di Banyuwangi, tahun 1977 menjadi saksi nyata tantangan tersebut. Seorang pendeta bernama Marthin Lamba (Toraja) harus merasakan dinginnya jeruji penjara selama dua hari di kantor Koramil Kecamatan Cluring karena harus diamankan oleh pihak berwajjb demi menghindari amukan masa. Hal tersebut sejatinya lebih kepada iman yang kuat dalam memperjuangkan jemaat perintisan yang dilayaninya.
Jemaat pada gereja rintisan tersebut sempat mengalami teror, dilempari batu oleh oknum tidak dikenal, bahkan didemo oleh sekelompok masyarakat yang bersikap intoleran, suasanapun turut mencekam pada saat kejadian (1977).
![]() |
| Pdt. Marthin bersama isteri |
Namun di tengah tekanan, ancaman, dan ketidakadilan, iman tidak padam. Seperti terang Natal yang tak dapat dikalahkan oleh kegelapan, keteguhan hati Pendeta Marthin Lamba, S.Th menjadi kesaksian bahwa kasih Kristus tetap bekerja melalui keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan. Natal, dalam kisah ini, bukan hanya perayaan, melainkan panggilan untuk berdiri teguh membawa damai sejahtera Allah, sekalipun harus melalui penderitaan.
![]() |
| Keluarga Pdt. Marthin Lamba (anak-anak & menantu) |
Lambat laun, eksistensi Gereja Bethel Tabernakel domisili Desa Benculuk dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat, bahkan pemerintahan lokal (Forpimka) dapat menerima keberadaan GBT Rumah Doa. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya komunikasi antara Forpimka dengan Gembala Sidang setiap tahunnya. Haleluya
![]() |
| Pujian oleh Team PAW GBT "Rumah Doa" Benculuk |
Kembali kepada momen Natal, Ibadah Perayaan Natal Gereja Bethel Tabernakel Rumah Doa Benculuk dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Desember 2025, pukul 16.00 WIB, dalam suasana penuh sukacita, kekhusyukan, dan kebersamaan. Dengan mengusung tema “Fiman jadi Manusia” berdasarkan Yohanes 1:14, ibadah ini menjadi momentum iman untuk merayakan kelahiran Sang Juru Selamat yang membawa terang dan 🌧damai bagi seluruh umat manusia.
![]() |
| Doa Firman: Pdm. Samuel AR |
Ibadah diawali dengan doa pembukaan, sebagai ungkapan syukur dan penyerahan penuh kepada Tuhan, memohon agar seluruh rangkaian ibadah berjalan dalam tuntunan Roh Kudus dan memuliakan nama-Nya.
![]() |
| Puji Sembah |
Selanjutnya, jemaat memasuki hadirat Tuhan melalui puji-pujian bersama tim Praise and Worship, yang membangkitkan semangat penyembahan dan mengarahkan hati jemaat kepada makna sejati Natal, yaitu kasih dan damai sejahtera dari Allah.
Ibadah dilanjutkan dengan persembahan pujian dari Kaum Wanita GBT, yang mempersembahkan pujian dengan penuh ketulusan sebagai ungkapan iman, syukur, dan pengharapan akan damai Kristus yang nyata dalam kehidupan keluarga dan gereja.
Tidak ketinggalan juga perform puji-pujian dari kaum pria yang menghadirkan suasana Penggunaan kepada Tuhan sebagai bentuk ucapan syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan selama berdirinya Gereja hingga saat ini.
Anak-anak sekolah minggupun tidak kalah dengan orang tua bahkan nenek-kakek mereka yang lebih dahulu perfom dalam memuji Tuhan. Sukacita meliputi hati serta pikiran mereka untuk menyembah Tuhan. Praise the Lord.
![]() |
| GBT Jemaat "Rumah Doa" Benculuk |
Pada sesi Firman Tuhan (Pdt. Sugito, S.Th), jemaat menerima pelayanan firman dengan tema "Firman Jadi Manusia” (Yohanes 1:14) yang menegaskan bahwa kelahiran (Inkarne) Yesus Kristus memiliki visi untuk menjadi terang dan membebaskan setiap orang yang percaya kepadaNya dari belenggu dosa dan membawa damai yang sejati—damai dengan Allah, damai dengan sesama, dan damai dalam hati—yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah keluarga dan masyarakat.
![]() |
| Firman Tuhan; Pdt. Sugito, S.Th (GKAI Siliragung) |
Setelah pemberitaan firman, ibadah dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Natal, yang menyampaikan rasa syukur, ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, serta harapan agar perayaan Natal ini membawa berkat dan damai bagi semua yang hadir.
![]() |
| Ketua Panitia Natal (Bp. Yuto) |
Berikutnya, sambutan Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan Cluring disampaikan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya ibadah Natal, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.
![]() |
| Babinsa Kec. Cluring |
Kemudian, sambutan Pimpinan Jemaat, Bapak Pendeta Marthin Lamba, S.Th, menjadi peneguhan rohani bagi jemaat, mengajak seluruh hadirin untuk terus hidup dalam damai sejahtera Kristus serta menjadi pembawa damai di mana pun Tuhan menempatkan kita.
![]() |
| Ibu Kepala Dusun Purwosari |
Ibadah Perayaan Natal ditutup dengan doa penutup, memohon berkat, perlindungan, dan damai sejahtera Tuhan menyertai seluruh jemaat dan tamu undangan dalam kehidupan sehari-hari.
![]() |
| Bapak Babinsa & Ibu Kadus |
Sebagai penutup kebersamaan, seluruh jemaat dan tamu undangan mengikuti ramah tamah prasmanan, sebagai wujud persekutuan kasih, sukacita, dan persaudaraan dalam suasana Natal yang penuh damai.
![]() |
| Suasana Natal GBT Rumah Doa Benculuk |
Kiranya melalui Ibadah Perayaan Natal ini, damai sejahtera dari Kristus sungguh nyata dan terus hidup di tengah Gereja, keluarga, dan masyarakat. Amin✨✝️
![]() |
| Ketua Pelaksana Natal dan Babinsa |
Red. Adiel Stevanus, M,Th

















































