![]() |
| Gereja Metanoia di Lapas Kelas 2 A Banyuwangi |
Gereja bagi umat Kristiani adalah sebagai sebagai
wadah atau sarana dalam menjalankan aktivitas rohaniah seperti
bina iman, persekutuan doa maupun sebagai pelayanan sosial bagi masyarakat. Alkitab menulis bahwa kekristenan pada abad awal memiliki kegiatan saling bertemu satu sama lain untuk
beribadah bersama, belajar bersama, dan berbagi kehidupan mereka satu sama lain
(Kisah Para Rasul 2:41-47 ). Inti dari aktivitas kristiani adalah berbagi iman
dan semangat satu sama lain. Dan hal ini merupakan pola yang Alkitab inginkan.
![]() |
| Kakanwil Dirjen Pemasyarakatan Jawa Timur bersama Wakil Bupati Banyuwangi |
Banyuwangi Jawa Timur memberikan apresiasi
luar biasa kepada Bapak Agus Wahono, Amd.IP., S.H., M.Si mantan Kalapas
Kembang Kuning Nusa Kambangan dengan kontribusinya dalam membantu umat kristiani
untuk mendirikan Gereja Metanoia, peresmian Gereja Metanoia di Lapas Kelas 2 A Banyuwangi
dihadiri oleh Kakanwil Dirjen Pemasyarakatan Jawa Timur bersama dengan Wakil
Bupati Banyuwangi Bapak H. Sugirah, S.Pd., M.Si, kegiatan tersebut merupakan gebrakan
Bapak Agus Wahono setelah masa jabatan di Lapas Banyuwangi berakhir. (22/1/2025)
Guna meningkatkan keimanan umat kristiani
di Lapas kelas II A Banyuwangi, Kalapas menunjuk Bapak Riski, M.Th beserta
Bapak Herman Sjahthi, M.Pd., M.Th., CBC sebagai kordinator pembina iman yang
dianggap memadai serta terlatih juga mampu mengajarkan pokok-pokok ajaran iman Kristiani yang sesuai dengan bidangnya.
Dengan berdirinya Gereja Metanoia di Lapas Kelas 2 A Banyuwangi yang diprakarsai oleh Bapak Agus Wahono (eks kepala Lapas Nusa Kambangan) dan pada masa jabatannya di Lapas Banyuwangi, beliau membantu pendirian Gereja Metanoia dan menciptakan hal baru, peristiwa tersebut akan menjadi momen penting yang tidak terlupakan dan pertama kalinya dalam sejarah sepanjang berdirinya lapas Banyuwangi, walaupun sekarang sudah pindah, tetapi pada masa akhir jabatannya beliau meninggalkan warisan terbaik untuk perkembangan gereja.
Red. Herman Sjahthi
Adiel Stevanus


Tidak ada komentar:
Posting Komentar