Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 29 April 2025

SUMBERMULYO FESTIVAL: GBT MENJADI TERANG BANGSA

Bp. Lurah bersama kerawat Desa Sumbermulyo-Banyuwangi

Moderasi Beragama merupakan sikap dan cara pandang dalam nilai-nilai beragama yang memprioritaskan keseimbangan, sikap toleransi, serta penghormatan terhadap keanekaragaman. Dalam konteks masyarakat multikultural seperti Indonesia, moderasi beragama menjadi kunci untuk menciptakan harmoni sosial dan mencegah konflik serta menghadirkan ketentraman. Sikap seperti ini tidak serta merta mengurangi keimanan seseorang, melainkan memposisikan nilai-nilai agama secara proporsional yang tidak ekstrem dan tidak berlebihan. Dengan mengedepankan interlokusi, saling menghargai, dan menjunjung nilai humanisme, moderasi beragama merupakan alat atau aplikasi yang dapat membantu memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa.

Doa dihadiri umat Muslim

Dalam memperingati hari jadinya yang ke 28 tahun, Desa Sumbermulyo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur mengadakan doa bersama lintas agama, dimulai dengan doa bersama hari pertama dari umat Muslim yang dihadiri sekitar 1,000 jamaah turut mendoakan kesejahteraan Desa, hari kedua hadir pula umat Hindu, dan hari ketiga Umat Budha serta turut mendukung kegiatan tersebut pada hari keempat Umat Kristiani yang dihadiri sekitar 150 jemaat dari berbagai denominasi; Gereja Luteran (GLI), dari GKJW (Jawi Wetan) serta GBT (Bethel Tabernakel), juga diadakan berbagai kegiatan adaptif yang dirangkum dalam tema "Sumbermulyo Festival 2025".

Pelantikan Bapak Suhardi oleh Bupati Banyuwangi Ibu. Ipuk Fiestiandani

Dengan hadirnya 1000 umat muslim di pendopo serta beberapa umat Hindu, Budha serta Kristiani semakin menunjukkan dukungan untuk Pemerintahan Desa yang dipimpin oleh Bapak Suhardi dalam kurun waktu 1 tahun masa awal pemerintahan beliau.

1000 umat muslim gelar doa lintas agama di pendopo Desa

Doa bersama lintas agama khususnya umat kristiani dipimpin oleh Bp. Purwoko, S.Pd (GKJW) mengawali dengan ucapan syukur atas karunia yang Tuhan berikan atas Desa Sumbermulyo dengan kedamaian yang luar biasa. Kemudian disambung dengan renungan Firman Tuhan oleh Pdt. Indra Jaya, M.Pd (Luteran) dengan tema "Berakar di dalam Tuhan" yang diambil dari Surat Kolose 2:7, disampaikan bahwa "untuk menjadi bagian dari masyarakat yang sejahtera, kita harus tetap berakar selamanya di dalam Tuhan Yesus" (sambut Pdt. Indra Jaya).  

Kepala Desa Sumbermulyo (Bp. Suhardi) menyambut acara tersebut dengan antusias, "kegiatan tersebut selain memperingati hari jadi Desa juga menyediakan hiburan untuk masyarakat Sumbermulyo serta mendoakan kemajuan, perkembangan serta kesejahteraan Desa juga masyarakatnya" (tutur Bp. Suhardi). Bapak Lurah yang dikenal baik serta suka membantu warga yang berkesusahan merupakan didikan dari Alm Ibu Pdt Lea Sumariana (GBT Kristus Ajaib) yang merupakan Gembala di wilayah MPW Banyuwangi dan MPD 3 Jawa Timur. 


Selain tokoh masyarakat (Kades), Bapak Suhardi juga dikenal oleh masyarakat luas (Kec. Pesanggaran) bahkan oleh Apdesi (Asosiasi Kepala Desa Indonesia Banyuwangi) adalah seorang Pendeta, namun masyarakat sekitar mengenal beliau adalah Pendeta (PDPTK) dari Gereja GBT. Dengan berwadah serta belajar dari gereja Bethel Tabernakel, beliau mengharumkan nama Tuhan melalui Pemerintahan Desa, tujuan utama pada visi serta misi Bapak Suhardi adalah mensejahterakan masyarakat melalui kepercayaan Pemerintahan Desa yang Tuhan berikan.

Umat Kristiani gelar doa lintas agama di Pendopo Desa

Kegiatan "Sumbermulyo Festival 2025" merupakan gebrakan yang kesekian kalinya dalam 1 tahun 4 bulan sejak dilantik menjadi Kepala Desa pada tanggal 15 Desember 2023, selain doa bersama lintas agama, pada acara festival tersebut menghadirkan pula kesenian daerah setempat yang menjadi wadah untuk ajang kreasi bagi generasi muda, Fashion Show untuk semua kategori, festival Takiran Sewu, lomba UMKM, hadir pula kegiatan Jalan Sehat serta santunan untuk anak yatim piatu, kemudian ditutup dengan kegiatan Pagelaran Wayang Kulit, semuanya hanya untuk masyarakat (sambut Bp Suhardi). 


Kegiatan tersebut merupakan aktivitas rekor dalam pemerintahan Desa selama 28 tahun, dikabarkan belum pernah ada kegiatan semacam ini di pemerintahan Desa Sumbermulyo sebelumnya, bahkan juga belum terjadi pagelaran festival 6 hari berturut-turut sedemikian yang dilakukan oleh pemerintahan Desa di Kabupaten Banyuwangi, kemuliaan bagi Tuhan, kiranya hanya nama Tuhan yang dimuliakan serta menjadi terang bagi Desa, Kota serta Bangsa.    


Red. Adiel Stevanus, M.Th

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

W-GBT MPW BANYUWANGI-MPD 3

  W-BT MPW BANYUWANGI Ibadah Wanita merupakan program pelayanan rohani yang diinisiasi oleh Sinode Gereja Bethel Tabernakel (GBT), khususnya...