Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 08 April 2025

USIA ADALAH ANUGERAH: FAKTA MENARIK SEPUTAR LEBARAN IDUL FITRI 1446H

Mbah Pani - Sambimulya Banyuwangi

Usia merupakan anugerah Ilahi yang jarang dimiliki oleh siapapun, hanya Tuhan yang berkehendak dan kepada siapa akan dianugerahkan. Dan merupakan hal yang langka jika ada seseorang mencapai usia lanjut di atas 90 tahun, dalam 1 kampung saja hanya dihuni oleh beberapa orang yang lanjut usia.

Ada saja momen berharga yang dijumpai oleh setiap orang dalam kegiatan Lebaran 1 Syawal 1446H beberapa hari terakhir, salah satunya adalah momen berjumpa dengan salah satu orang dengan kategori lanjut usia akhir (LUA) yang ada di Desa Sambimulya Kecamatan Bangorejo-Banyuwangi.

Beliau dikenal dengan nama Mbah Pani, ketika pertanyaan dilontarkan kepada beliau "Tahun berapa Mbah Pani lahir?" Beliau hanya menjawab "Sejak jaman Jepang datang ke Indonesia, saya sudah berusia 15 tahun", menurut sumber data sejarah, kependudukan Jepang ke Hindia Belanda (sekarang Indonesia) tanggal 11 Januari 1942 dan akhirnya mengalahkan tentara Belanda pada tahun 8 Maret 1942. jika dihitung, maka usia Mbah Pani pada 1 Syawal 1446 H (2025) adalah 98 tahun. Pada saat ini kondisi kesehatan Mbah Pani masih sangat sehat, kekuatannya tidak menurun (pada usianya), penglihatannya masih tajam, daya ingatnya masih kuat, berjalanpun masih tegap.   

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata usia harapan hidup (AHH) penduduk Indonesia pada tahun 2024 adalah 72,39 tahun, data tersebut tentu rata menurun mengingat data sebelumnya AHH tahun: 
2021: 73,46 tahun, 
2022: 73,6 tahun, 
2023: 72,13 tahun

Menurut Kementerian sosial RI yang terdapat dalam undang-undang tahun 1998, seseorang diklasifikasikan sebagai lansia ketika orang tersebut berusia 60 tahun ke atas. Definisi ini sepaham dengan beberapa standar internasional yang juga menetapkan bahwa usia 60 tahun ke atas sebagai batas untuk lansia. hal tersebut tentu memiliki alasan dasar terkait kondisi fisik, mental, dan juga kondisi sosial dari lansia serta ditinjau dari tingkat kemandirian juga ketergantungan lansia terhadap lingkungan, dalam langkahnya. 


Kementerian sosial RI membagi lansia menjadi tiga klasifikasi berikut ini:
1. Lansia Pra-Lanjut usia (Pra-Lu), yaitu lansia yang berusia antara 60—69 tahun. 
2. Lansia Lanjut Usia (LU), yaitu lansia yang berusia 70—79 tahun.
3. Lansia Lanjut Usia Akhir (LUA), yaitu lansia yang berusia 80 tahun ke atas.


Setelah mengetahui lansia dimulai di umur berapa, tidak kalah penting untuk mengetahui cara menjaga kesehatan saat memasuki usia tersebut. Beliau (Mbah Pani) menuturkan rahasia hidup sehat hingga lansia antara lain;


Hidup Dengan Penuh Rasa Syukur

Dalam menjalani kehidupannya, Beliau menyampaikan bahwa segala macam kondisi yang dijalainya harus tetap mengucap syukur kepada Allah (nrimo), apapun itu, apa yang dapat dimakan dinikmati dengan hati yang lapang dan nrimo.


Menikmati Hidup Dengan Hati Sukacita
Sukacita merupakan sinonim dari hati yang senang, dalam segala keadaan yang menimpa kehidupan ini tetap dijalani dengan hati yang sukacita, senang dan gembira serta tidak berlarut dalam kesedihan meskipun terkadang peristiwa yang tidak diinginkan hadir dalam hidupnya (tutur beliau, 5/4/25). 

Dalam menjaga kesehatan lansia memerlukan pendekatan secara kompleks yang meliputi bagian dari fisik, mental, dan emosional. 
Berikut adalah beberapa tips dalam menjaga serta merawat kesehatan di usia lanjut:

Konsumsi Nutrisi Skala Seimbang. 
Memanfaatkan makanan yang kaya dengan serat, vitamin juga tidak lupa mineral, konsumsi juga makanan rendah lemak jenuh, gula (kondisional) serta garam (kondisional). Mengkonsumsi buah-buahan, sayuran yang tepat, biji-bijian juga protein non lemak jugadiperlukan dalam menjaga keseimbanga nutrisi dalam tubuh.
 
Menjaga Hidrasi. 
Harus menjaga pola minum yang cukup (seimbang) setiap hari guna merawat tubuh tetap terhidrasi. Beberapa lansia biasanya merasa tidak haus, jadi sangat perlu untuk minum dengan teratur dan cukup.

Olahraga yang Cukup. 
Aktivasi fisik seperti halnya berjalan, berenang (kondisional) atau kegiatan rinagndi ladang dapat membantu menjaga kekuatan otot, fleksibilitas, keseimbangan serta kesehatan jantung.

Eksitasi Otak
Jaga otak tetap aktif dengan kegiatan ringan seperti membaca, bermain catur atau bermain alat musik.

Komunikasi Sosial
Tetap menjalin komunikasi dengan keluarga, sahabat, juga mengikuti kegiatan sosial, atau bergabung dengan kelompok komunitas yang sefrekuensi guna menjaga keseimbangan kesehatan emosional juga mental.

Aktivitas Istirahat Cukup. 
Jadwalkan istirahat dengan konsisten dan ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, bersih juga berkualitas guna menjaga keseimbangan pola istirahat yang sehat.

Relaksasi Cukup
Biasakan dalam meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai, menghibur serta menyenangkan.

Jangan dikesampingkan bagi lansia untuk tetap rutin dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, guna memonitor tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan kondisi kesehatan lainnya. Demikian juga dengan kaum-kaum usia muda.
Yang terpenting adalah adanya dukungan serta suport dari anak, menantu serta cucu-cucu juga keluarga, sahabat, dan tenaga medis dalam membantu orang tua kita tetap sehat.

Dengan banyaknya momen yang berharga di momen Lebaran 1 Syawal 1446 H, banyak sekali pelajaran yang didapat guna mengingatkan kita bahwa betapa berharganya kehidupan yang sehat, dan kita tetap harus dituntut untuk menjaga anugerah usia yang sudah Allah berikan. 

Red. Adi-El

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

W-GBT MPW BANYUWANGI-MPD 3

  W-BT MPW BANYUWANGI Ibadah Wanita merupakan program pelayanan rohani yang diinisiasi oleh Sinode Gereja Bethel Tabernakel (GBT), khususnya...