![]() |
| Mbah Pani - Sambimulya Banyuwangi |
Usia merupakan anugerah Ilahi yang jarang dimiliki oleh siapapun, hanya Tuhan yang berkehendak dan kepada siapa akan dianugerahkan. Dan merupakan hal yang langka jika ada seseorang mencapai usia lanjut di atas 90 tahun, dalam 1 kampung saja hanya dihuni oleh beberapa orang yang lanjut usia.
Ada saja momen berharga yang dijumpai oleh setiap orang dalam kegiatan Lebaran 1 Syawal 1446H beberapa hari terakhir, salah satunya adalah momen berjumpa dengan salah satu orang dengan kategori lanjut usia akhir (LUA) yang ada di Desa Sambimulya Kecamatan Bangorejo-Banyuwangi.
Beliau dikenal dengan nama Mbah Pani, ketika pertanyaan dilontarkan kepada beliau "Tahun berapa Mbah Pani lahir?" Beliau hanya menjawab "Sejak jaman Jepang datang ke Indonesia, saya sudah berusia 15 tahun", menurut sumber data sejarah, kependudukan Jepang ke Hindia Belanda (sekarang Indonesia) tanggal 11 Januari 1942 dan akhirnya mengalahkan tentara Belanda pada tahun 8 Maret 1942. jika dihitung, maka usia Mbah Pani pada 1 Syawal 1446 H (2025) adalah 98 tahun. Pada saat ini kondisi kesehatan Mbah Pani masih sangat sehat, kekuatannya tidak menurun (pada usianya), penglihatannya masih tajam, daya ingatnya masih kuat, berjalanpun masih tegap.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata usia harapan hidup (AHH) penduduk Indonesia pada tahun 2024 adalah 72,39 tahun, data tersebut tentu rata menurun mengingat data sebelumnya AHH tahun:Menurut Kementerian sosial RI yang terdapat dalam undang-undang tahun 1998, seseorang diklasifikasikan sebagai lansia ketika orang tersebut berusia 60 tahun ke atas. Definisi ini sepaham dengan beberapa standar internasional yang juga menetapkan bahwa usia 60 tahun ke atas sebagai batas untuk lansia. hal tersebut tentu memiliki alasan dasar terkait kondisi fisik, mental, dan juga kondisi sosial dari lansia serta ditinjau dari tingkat kemandirian juga ketergantungan lansia terhadap lingkungan, dalam langkahnya.
Kementerian sosial RI membagi lansia menjadi tiga klasifikasi berikut ini:
1. Lansia Pra-Lanjut usia (Pra-Lu), yaitu lansia yang berusia antara 60—69 tahun.
2. Lansia Lanjut Usia (LU), yaitu lansia yang berusia 70—79 tahun.
3. Lansia Lanjut Usia Akhir (LUA), yaitu lansia yang berusia 80 tahun ke atas.
Setelah mengetahui lansia dimulai di umur berapa, tidak kalah penting untuk mengetahui cara menjaga kesehatan saat memasuki usia tersebut. Beliau (Mbah Pani) menuturkan rahasia hidup sehat hingga lansia antara lain;
Hidup Dengan Penuh Rasa Syukur
Dalam menjalani kehidupannya, Beliau menyampaikan bahwa segala macam kondisi yang dijalainya harus tetap mengucap syukur kepada Allah (nrimo), apapun itu, apa yang dapat dimakan dinikmati dengan hati yang lapang dan nrimo.
Sukacita merupakan sinonim dari hati yang senang, dalam segala keadaan yang menimpa kehidupan ini tetap dijalani dengan hati yang sukacita, senang dan gembira serta tidak berlarut dalam kesedihan meskipun terkadang peristiwa yang tidak diinginkan hadir dalam hidupnya (tutur beliau, 5/4/25).
Menjaga Hidrasi.
Olahraga yang Cukup.
Eksitasi Otak.
Komunikasi Sosial.
Aktivitas Istirahat Cukup.
Relaksasi Cukup.
Yang terpenting adalah adanya dukungan serta suport dari anak, menantu serta cucu-cucu juga keluarga, sahabat, dan tenaga medis dalam membantu orang tua kita tetap sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar